IIDI CABANG BANYUMAS BERLATIH BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia) siap membangun generasi muda yang sehat dan cerdas, inilah tema IIDI dalam rangka menyambut HUT IIDI ke-64.

Untuk mencapai visi ini, IIDI Cabang Banyumas bekerja sama dengan IDI Cabang Banyumas menyelenggarakan “Pelatihan Bantuan Hidup Dasar”, bantuan hidup dasar itu sangat penting untuk dimengerti dan bisa dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia, mengapa ? Hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya kejadian henti jantung mendadak. Sehingga diharapkan bila terjadi hal demikian disekitar kita anggota IIDI sebagai pendamping dokter bisa memberikan pertolongan secara cepat dan tepat, sehingga kematian sebagai kejadian lanjutan dari henti jantung bisa dihindari.

Dokter Samuel, bersama teman-teman IDI bekerja sama dengan TIM BHD RSUD Ajibarang membarikan tata cara pemberian bantuan pada korban dengan henti jantung secara mendadak. Amankan lokasi dan penolong dan segera cek respon “Pak…pak…pak.. “ teriakan ditelinga kiri dan kanan sambil menepuk pundak korban bila tidak ada respon segera lakukan pijat jantung sambil teriakan minta bantuan teman atau orang sekitar dan segera hubungi call center emergency 119. Inilah sekedar ilustrasi kejadian henti jantung disekitar kita, kalau saudara dekat kita jangan malah menangis membiarkannya tetapi segera bertindak sesuai yang dipelajari.

Bagaimana cara kompresi/pijat jantung paru yang baik ? letakkan telapak tangan secara bertumpuk diatas dada, sesuaikan posisi terenak yang bisa dilakukan, segera tekan dada dengan kedalaman antara 5-6 cm dengan kecepatan antara 100-120 kali permenit, minimalkan untuk berhenti kecuali sudah capai atau mau pergantian atau sudah ada petugas yang lebih ahli, setiap menekan dinding dada usahakan dada bisa kembali mengembang sempurna baru ditekan kembali, pemeriksaan respon korban setelah dua menit dan jangan terlalu lama bila masih tetap segera lakukan kembali kompresi/penekanan dinding dada.

Semoga seluruh rakyat Indonesia terpapar dengan kemampuan untuk melakukan resusitasi jantung paru atau kondisi emergency yang mengancam jiwa.

By goens”GN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *