Pengembangan “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng” (5NG) di Kabupaten Banyumas

Purwokerto – Kematian ibu merupakan hasil dari interaksi berbagai aspek, baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan kesehatan, maupun faktor faktor non kesehatan yang mempengaruhi pemberian layanan klinis dan terselenggaranya sistem pelayanan kesehatan secara optimal. Oleh karena itu diperlukan kesamaan persepsi dan pengertian dari semua pihak. Peran berbagai pihak dalam berbagai aspek untuk penanganan masalah kematian ibu dan bayi sangat diperlukan sebagai strategi untuk mengatasi permasalahan kesehatan ibu dan bayi.

Dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Jawa Tengah dilakukan dengan upaya terobosan dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng Ibu Selamat Bayi Selamat yang merangkum segala permasalahan ibu hamil (fase sebelum hamil, hamil, persalinan dan nifas) dan bagaimana cara pendekatan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Simpul penyebab kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah adalah status kesehatan ibu dan calon ibu yang masih rendah yang harus diintervensi oleh semua pihak baik lintas program maupun lintas sektor termasuk diantaranya pemberdayaan masyarakat.

 

Pada hari Senin (04/03/2019) diselenggarakan pertemuan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dengan mengangkat tema Pengembangan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) dengan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas,  Sadiyanto, SKM, MKes; POGI Banyumas (dr Marta Isyana Dewi, SpOG), IDAI Banyumas (DR. dr Qodri Santoso, SpA), dan Ketua TP PKK se-Kabupaten Banyumas.

 

Tujuan umum pertemuan ini adalah meningkatkan kemampuan Kabupaten Kota dalam memberikan pendampingan kepada Ibu hamil dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Secara khusus :

  1. Memberikan sosialisasi pelaksanaan Program 5 NG di kabupaten Banyumas.
  2. Dipahaminya pelaksanaan penapisan ibu hamil resiko tinggi dan akibatnya.
  3. Dipahaminya prinsip2 pendampingan ibu hamil dalam penyelematan ibu dan bayi.
  4. Tersedianya tenaga kesehatan dan lintas sektoral yang mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan bersama diantara pemerintah, Dinas Kesehatan, OPD terkait, Organisasi Profesi Kesehatan dan Institusi Pendidikan dalam upaya bersama penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Banyumas. (Humas IDI Cab Banyumas/edited:CGE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *