Hindarkan Generasi Anak Bangsa dari Stunting (Kunthet)

Purwokerto – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita (bayi dibawah lima tahun) sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dari usianya. Indonesia masuk dalam rangking ke 5 terbesar prevalensi stunting di seluruh dunia. Di Indonesia sekitar 30,8% anak mengalami stunting (Riskesdas 2018). Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadi anak lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan terdapat resiko penurunan produktivitas, Pada akhirnya secara luas stunting akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan.Kerangka

Intervensi Stunting yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu Intervensi Gizi Spesifik dan Intervensi Gizi Sensitif.

1. Kerangka pertama adalah Intervensi Gizi Spesifik merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting. Kerangka kegiatan Intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan dan bersifat jangka pendek, meliputi kegiatan :

  • Intervensi Gizi Spesifik dengan Sasaran Ibu Hamil
  • Intervensi Gizi Spesifik dengan sasaran Ibu Menyusui dan Anak usia 0-6 Bulan.
  • Intervensi Gizi Spesifik dengan sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 7-23 bulan.

2. Kerangka kegiatan Intervensi Gizi Sensitif umumnya dilakukan diluar sektor kesehatan, meliputi :

  • Penyediaan Air Bersih
  • Ketahanan Pangan dan Gizi
  • Keluarga Berencana
  • Jaminan Kesehatan Masyarakat
  • Jaminan Persalinan Dasar
  • Fortifikasi makanan
  • Pendidikan Gizi Masyarakat
  • Kesehatan Remaja Perempuan
  • Pengentasan Kemiskinan.

Persentase stunting pada balita di Kabupaten Banyumas mencapai 20% tersebar di seluruh wilayah secara merata. Untuk perlu adanya penanganan yang segera dan berkelanjutan dengan bekerja sama seluruh elemen baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Pada hari ini, Selasa (05/03/2019) telah diselenggarakan Workshop bertemakan “Hindarkan Generasi Anak Bangsa dari Stunting (Kunthet) di Kabupaten Banyumas.” Tujuan dari diselenggarakannya workshop ini adalah untuk mensosialisasikan kegiatan dan mendapatkan solusi penanggulangan/intervensi  stunting di Kabupaten Banyumas, dengan Narasumber:

  1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.
  2. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Banyumas.
  3. Kepala Beppedalitbang Kabupaten Banyumas.
  4. J.C Soesanto SPA (K) Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak
  5. dr. Adi Setiawan, SpOG (POGI Kabupaten Banyumas).

Dengan diadakan workshop diharapkan akan meningkatkan pengetahuan stakeholder dalam menegakan gizi seimbang bagi remaja, perempuan, ibu hamil, bayi dan balita. Serta diharapkan meningkatkan partisipasi dan dukungan dari stakholder dalam menegakkan unsur sensitif penurunan stunting bagi ibu hamil, bayi dan balita.

Salam Germas – Sehat, Bugar, Produktif – Cegah stunting itu penting.

(Humas IDI Kab Banyumas/edited:CGE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *