KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK  WASPADA DAN KENALI FAKTOR RESIKO NYA

dr.Dedi Adnan Fauzi, MM

Salahsatu yang paling diharapkan orangtua pada anak ketika awal masa pertumbuhan yaitu mendengarkan bicara sang buah hati. Orangtua pasti sangatlah senang ketika anak sudah mulai bisa bicara sehingga orangtua dapat berinteraksi dengan anak. Ungkapan sang buah hati yang berupa “Mama, Papa” begitu sangat dinantikan. Orangtua haruslah tau bagaimana seharusnya tahapan-tahapan perkembangan mental anak termasuk perkembangan dalam hal bicara anak. Namun, masih banyak orangtua yang belum mengetahui tahapan perkembangan bicara anak sehingga kerap terjadi gangguan perkembangan keterlambatan bicara atau yang dikenal dengan Speech delay pada anak.

Mari kita kenali tahapan perkembangan bicara dan gangguan keterlamabatan bicara anak pada usia 0-24 bulan.

Keterlambatan bicara pada anak merupakan kejadian tersering dari ganggungan perkembangan mental pada anak. Kejadian ini pernah dilaporkan sebanyak 10% yang terdeteksi di RSCM pada tahun 2006.

Adapun Perkembangan bicara pada anak normal usia 0-24 bulan terjadi secara bertahap, yaitu sebagai berikut :

Usia 0-2 bulan         : Menangis

Usia 3 bulan            : Tertawa

Usia 6 bulan            : Menyeloteh

Usia 9 bulan            : Menirukan Suara

Usia 12 bulan          : Membentuk 1-2 kata yang bermakna

Usia 18 bulan          : Membentuk 6 kata yang bermakna

Usia 24 bulan          : Membentuk atau merangkai 2-3 kalimat

Dari uraian singkat tahapan perkembangan bicara anak diatas kita sudah bisa mendeteksi sejak awal, sebagai orangtua apakah anak kita yng usia dalam rentang 0-24 bulan sudah sesuai dengan tahapan tersebut. Banyak orang tua atau pengasuh anak yang tidak terlalu memperhatikan masalah gangguan keterlambatan bicara pada anak. Jika masalah ini tidak segera diatasi akan berdampak pada kehidupan personal, sosial, dan akademik anak pada masa yang akan datang. Deteksi dini pada gangguang keterlambatan bicara anak sangatlah penting karena akan mempengaruhi keberhasilan pengobatannya.

Setelah kita mengetahui tahapan perkebangan bicara pada anak normal, sekarang mari kita kenali faktor resiko terjadinya keterlambatan bicara pada anak usia 0-24 bulan dalam uraian sebagai berikut :

  1. Asfiksia ketika lahir
  2. Gangguan perkembangan motorik kasar (gross motor development)
  3. Pemberian ASI kurang dari 6 bulan
  4. Penggunaan gadget dan televisi lebih dari 2 jam perhari
  5. Rendahnya interaksi sosial

Dari kelima faktor resiko diatas 3 diantaranya termasuk faktor yang paling berpengaruh terhadap gangguan keterlambatan bicara anak yaitu : Gangguan perkembangan motorik kasar (gross motor development), Pemberian ASI kurang dari 6 bulan dan Penggunaan gadget dan televisi lebih dari 2 jam perhari.

Gangguan perkembangan motorik kasar (gross motor development)

Perkembangan motorik kasar pada anak sangat penting yang berhudungan dengan kejadian gangguan keterlambatan bicara pada anak. Perkembangan motorik kasar anak termasuk berdiri, duduk, berjalan dan lain sebagainya. Mengapa perkembangan motorik kasar anak dapat berhubungan dengan terjadinya gangguan keterlambatan bicara anak? Hal ini dapat dicontohkan misalnya , pada anak yang belum dapat duduk sendiri anak akan memperoleh tekanan di dinding dada oleh orang tua saat akan membantu duduk, sedangkan pada anak yang sudah bisa duduk sendiri akan mengurangi tekanan. Hal demikian membuat anak dapat bernapas dengan sempurna dan mempertahankan tekanan subglotis yang penting dalam proses pengeluaran suara pada anak.

Adapun dalan hal lain yang dapat dicontohkan yaitu pada anak saat mulai bisa berjalan dengan diberikan rangsangan benda yang akan di ambil oleh anak. Anak akan cenderung memperhatikan atau fokus pada benda yang akan diambilnya. Dengan anak semakin fokus mempehatikan sebuah benda maka anak juga akan semakin tertarik untuk belajar mengungkapkan kata-kata yang berhubungan dengan benda tersebut.  Dengan kata lain, perkembangan motorik seperti contoh tersebut yang didukung oleh manipulasi objek, sangat merangsang untuk perkembangan bicara pada anak.

Pemberian ASI kurang dari 6 bulan

ASI sangatlah penting untuk memenuhi nutrisi anak terutama saat 6 bulan di awal masa kehidupan anak. Banyak kandungan-kandungan dalam ASI yang memiliki khasiat luarbiasa untuk perteumbuhan dan perkembangan buah hati. Pemberian ASI kurang dari 6 bulan dapat mempengaruhi terjadinya keterlambatan bicara pada anak. Kandungan ASI polysaturated fatty acid seperti Omega 3 dan omega 6 yang menjadi mekasnisme adanya hubungan anatara pemberian ASI dengan Speech Delay. Kandungan ASI tersebut sangat mempengaruhi dalam merangsang pertumbuhan sel saraf otak dan pertumbuhan substansia alba & griseria. Proses pertembuhan tersebut akan mempengaruhi terhadap perkembangan bicara pada anak.

Paparan Gadget dan Televisi

Tidak dapat dipungkiri era saat ini penuh dengan kecanggihan teknologi informasi. Gandget, Handphone, Televisi telah menjadi hal lumrah yang kita temui sehari-hari termasuk penggunaan oleh anak. Paparan gadget dan televisi pada anak lebih dari 2 jam setiap hari dapat mengurangi kualitas dan kuantitas interaksi anak dengan orang disekitarnya. Anak tidak dapat belajar efektif bicara melalui gadget dan televisi karena hal tersebut terjadi sebagai pola pasive. Anak akan dapat mudah belajar bicara ketika terjadi pola aktiv yang berupa interaksi dengan orang tua atau sesama anak yang akan semakin merangsang anak untuk dapat berbicara.

Dari uraian singkat diatas, maka tugas orangtua saat ini adalah mengamati perkembangan motorik kasar pada anak, kenali dan pastikan anak mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan pada perkembangan anak normal. Selanjutnya adalah pastikan anak memperoleh ASI Eksklusif selama 6 bulan peratama kehidupan anak. Terakhir jangan biarkan anak terlalu lama atau sering dalam menggunakan gandget atau televisi.

Adapun yang penting juga apabila anak telah diketahui mengalami keterlambatan bicara jangan sampai menunda nunda untuk dikonsultasikan kepada dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Anak berkembang sempurna, menuju masa depan ceria.

Referensi : Journal Paediatrica Indonesiana, p-ISSN 0030-9311; e-ISSN 2338-476X; Vol.59, No.2(2019). p. 55-62; doi: http://dx.doi.org/10.14238/pi59.2.2019.55-62, Risk factors for delayed speech in children aged 1-2 years, Sabrina Tan1, Irawan Mangunatmadja2, Tjhin Wiguna3.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *