WORKSHOP PENANGANAN HAEMORRHOID DENGAN METODA PILA

Purwokerto,-Hari Rabu, 17 Juli 2019 bertempat di Ruang Diklat Rumah Sakit Islam Purwokerto diselenggarakan workshop  “Penanganan Hemorrhoid Dengan metoda PILA di. Hadir pada acara workshop tersebut 15 Ahli Bedah yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan DIY. Acara ini menarik oleh karena metoda ini ditemukan oleh dokter ahli bedah Indonesia, Dokter anak bangsa, yang metodanya yang memiliki keunggulan ; pelaksanaannya cepat, bagi pasien tidak nyeri dan bagi dokter mudah dilaksanakan. Kita perlu menggunakan produk-produk Indonesia, demikian pesan Direktur RSI Purwokerto saat pembukaan acara workshop.

Pemateri Workshop adalah dokter penemu metoda PILA yaitu Dr. Paran Bagionoto, SpB. Dalam pemaparannya Dr. Paran menjelaskan bahwa ,nama PILA sebenarnya sebuah singkatan yang menggambarkan proses metoda dan nama penemunya yaitu Paran Injection Ligation for Ambeien (PILA). Singkatan tersebut merupakan ide Dr. Paran, sebagai orang jawa yang berasal dari Yogyakarta, singkatan tersebut  yang penting “gatuk”, PILA sendiri memiliki makna ambeien, seharusnya singkatan yang tepat Paran Injection for Haemorrhoid (bahasa Inggris), bukan Ambeien (bahasa Belanda).  Nama PILA lebih mudah diingat, katanya.

Paparan Dr, Paran Bagionoto, SpB, dimulai dari refreshing  tentang anatomi anal canal, anal colums of Morgagni, Anal Cushions dan Blood Suply. Kemudian dilanjutkan dengan pathophysiology hemorrhoid. Dikenal ada 3 klasifikasi berdasar lokasi ; internal hemorrhoids, external hemorrhoids dan mixed (interno-external) hemorrhoids. Menurut Colichers’s Classification intrenal hemorrhoids dibagi 4 stage; stage 1 (ada perdarahan tanpa prolaps), stage 2  (ada prolaps tetapi bisa kembali masuk secara spontan), stage 3 ( ada prolaps , bisa masuk kembali dengan bantuan manual) dan stage 4 (ada prolas , tidak bisa kembali disertai trombose, inkarserata internal hemorrhoid). Metoda pila direkomendasikan untuk stage 1, stage 2 dan bisa untuk stage 3 dengan syarat.

Setelah pemberian materi workshop oleh Dr. Paran Bagionoto, SpB, peserta diberi kesempatan untuk melaksanakan metoda tersebut pada pasien-pasien hemorrhoid stage 1 , stage 2 dan stage 3 yang hari itu berobat di Rumah sakit islam Purwokerto. Ada pasien sebanyak 15 orang dari skreening awal sejumlah 22. Jumlah pasien hari itu , lebih dari cukup untuk semua peserta workshop mencoba metoda PILA. Dr, Paran selalu mendampingi peserta, selama pelaksanaan tindakan medis dengan metoda PILA. Tempat pelaksanaan dilakukan di Ruang Instalasi Bedah, peserta secara bergiliran 2 orang – 2 orang masuk secara bergantian. Pelaksanaan tindakan medis hanya memakan waktu 5 – 10 menit.

Kesaksian pasien –pasien setelah selesai dilakukan tindakan medis untuk penyakit hemorrhoidnya , menyatakan   merasa nyaman saja, tidak nyeri dan pelaksanaannya cepat. Hal ini disampaikan ketika panitia mewancarai satu-per satu pasien yang telah selesai tindakan dan keluar dari kamar bedah.

Acara di kamar bedah selesai jam 13.30 WIB , kemudian peserta kembali ke Ruang Diklat untuk diskusi kembali dengan Dr, Paran. Pada kesempatan tersebut dr. Paran mengingatkan kembali, bahwa ada beberapa pasien yang merasa nyeri, oleh karena ligasi dilakukan diarea 1/3 bawah pectinate line dan berpesan agar pasien benar-benar bebas dari rasa  nyeri, dokter dalam melakukan ligasi diupayakan di area 2/3 atas pectinate line.  Acara ditutup jam 14.00 , sebelum peserta kembali ke daerah masing-masing dilakukan foto bersama. Selamat jalan peserta Workshop  “Penanganan Hemorrhoid Dengan metoda PILA”. (dr. Rena Susilo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *