Update “Fluid Management in Emergency Cases” untuk Dokter Umum Wilayah Ajibarang dan Sekitarnya

AJIBARANG – RSUD Ajibarang sebagai salah satu sarana kesehatan di wilayah Banyumas berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan sesuai visi dan misi yang telah disepakati yaitu “Menjadi Rumah Sakit unggulan dengan pelayanan profesional” dan “Menyelenggarakan pelayanan bermutu yang pada pasien”. Demi memenuhi visi dan misinya, RSUD Ajibarang secara terus menerus dan konsekuen meningkatkan mutu pelayanan dengan mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi karyawan dan fasilitas kesehatan jejaring di sekitar wilayah RSUD Ajibarang.

Sebagai salah satu upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia tersebut, RSUD Ajibarang bekerjasama dengan PT. Otsuka Indonesia menyelenggarakan acara Round Table Discussion (RTD) dengan tema Fluid Management in Emergency Cases” (Sabtu, 03/08/2019). Acara yang dihadiri oleh 60 dokter umum dari fasilitas kesehatan jejaring di sekitaran wilayah kerja RSUD Ajibarang dibuka langsung oleh Plt Direktur RSUD Ajibarang, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG. Beliau mengapresiasi semangat peserta dan mengingatkan pada sejawat untuk tetap memberikan pelayanan terbaik, terutama pada kasus kegawatdaruratan terlepas dari permasalahan biaya maupun klaim jaminan kesehatan.

RTD kali ini turut dihadiri pula oleh Ketua IDI Cabang Banyumas, dr Noegroho Harbani, Sp.S., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau memotivasi rekan sejawat dokter umum untuk bersemangat dalam melakukan update ilmu dan memberikan pelayanan di perifer agar peningkatan derajat kesehatan dapat dicapai secara merata di seluruh wilayah Banyumas. Beliau juga memberikan apresiasi kepada bagian Diklat dan PSDM RSUD Ajibarang yang telah aktif berkontribusi memfasilitasi pengembangan SDM tenaga kesehatan melalui pelatihan dan forum-forum ilmiah yang rutin dilakukan.

Pemilihan tema RTD kali ini didasarkan oleh beberapa pertimbangan, yaitu berdasarkan kasus kegawatdaruratan sering ditemukan pada praktik kedokteran sehari-hari, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun lanjutan. Salah satu kasus kegawatdaruratan yang hampir setiap hari ditemui adalah syok. Syok terjadi apabila tidak terjadi keseimbangan antara kebutuhan O2 dengan kemampuan penghantaran O2 ke jaringan. Beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan pasien jatuh dalam keadaan syok antara lain perdarahan masif, sepsis, trauma otak, luka bakar, dehidrasi, dan masalah kardiak. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang dokter untuk mampu mengatasi kasus syok dengan tepat, salah satunya melalui pemilihan terapi cairan sebagai langkah awal mengembalikan homeostasis pasien ke keadaan seimbang.

Materi pertama disampaikan oleh dr. Igun Winarno, Sp.An dengan tema Fluid Therapy in Emergency Case. Dalam paparan materi, beliau menjelaskan mengenai pentingnya tenaga kesehatan terutama dokter untuk mampu menentukan jenis syok dan penanganan awal yang diperlukan. Hampir seluruh kondisi syok memerlukan terapi cairan, namun jenis, waktu, dan jumlahnya perlu disesuaikan dengan penyebab syok pada pasien. Di akhir materi beliau juga menjelaskan pentingnya menilai kondisi status pasien, target, waktu, efek samping, dan harga pada penentuan terapi cairan untuk kasus kegawatdaruratan seperti syok ini.

Materi selanjutnya berupa diskusi kasus yang dipandu oleh dr. Maela, salah satu dokter umum di RSUD Ajibarang. Kasus yang diangkat merupakan kasus syok sepsis pada pasien geriatri. Pasien dengan kondisi syok memerlukan penanganan yang khusus, terutama bila pasien tersebut merupakan pasien geriatri. Hal ini disebabkan pasien geriatri pada dasarnya telah mengalami penurunan fungsi organ, sehingga memerlukan perhatian lebih bila jatuh ke dalam kondisi syok. Pada sesi ini, peserta diajak untuk ikut menilai kemungkinan-kemungkinan masalah yang terjadi pada pasien, mendiagnosis, termasuk menilai ketepatan terapi yang telah diberikan hingga menghitung nilai prognosis.

Di akhir sesi, peserta diajak untuk merefresh kembali materi yang telah disampaikan dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.
Materi terakhir disampaikan oleh dr. Budhi Santoso dari PT. Otsuka Indonesia. Beliau menyampaikan mengenai perbedaan komposisi setiap jenis cairan yang kerap digunakan dalam praktik kedokteran sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat membantu rekan sejawat dokter untuk dapat memilih jenis cairan yang tepat sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan fase kebutuhan cairan pasien. Beliau juga menjelaskan trend dan update mengenai situasi terapi cairan masa kini sesuai dengan penelitian-penelitian terbaru yang telah dilakukan. Beliau menjelaskan pergeseran trend resusitasi dengan cairan Ringer Laktate (RL) menjadi Ringer Acetate (RA/Asering) di beberapa fasilitas kesehatan besar di dunia. Pada beberapa studi dijelaskan keunggulan RA dibanding laktat untuk resusitasi, salah satunya adalah asetat yang dimetabolisme di otot, tidak seperti laktat yang dimetabolisme di hati sehingga asetat mengurangi risiko kerusakan hati.

Acara RTD RSUD Ajibarang ini berlangsung dengan lancar, materi yang disampaikan mudah dipahami karena sangat dekat dengan kondisi praktik sehari-hari. Peserta pun aktif berkontribusi menyampaikan pendapat dan berdiskusi dengan ketiga pemateri.

Harapannya, kegiatan sejenis dapat rutin diselenggarakan dan bila memungkinkan dalam skala yang lebih besar karena selain sebagai sarana transfer ilmu dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas SDM, kegiatan ini pun dapat dijadikan sarana silaturahmi antara sejawat di Banyumas.

 

Ditulis oleh dr Dyah Sinangling & dr Nanda Mahara (Dokter Internship RSUD Ajibarang) – (Disunting oleh dr Coraega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *