IDI CABANG BANYUMAS HADIR PADA RAKERWIL IDI JAWA TENGAH DI GROBOGAN

Bulan Oktober 2019 ini, IDI Cabang Banyumas mendapat undangan dari IDI Wilayah Jawa Tengah untuk menghadiri Rapat Kerja IDI Wilayah  yang diadakan di Purwodadi Grobogan hari Sabtu-Minggu, 19-20 Oktober 2019. Hadir mewakili  IDI Cabang Banyumas pada Rakerwil tersebut , Dr. Noegroho Harbani, Msc, SpS. (Ketua IDI) dan Dr. Rena Susilo (Wakil Ketua II) .

Rapat Kerja Wilayah ini merupakan kegiatan pertama IDI Wilayah Jateng  menggantikan kegiatan Rapat Pleno Diperluas (seharusnya RPD ke 4)  IDI Wilayah Jateng di periode kepemimpinan Ketua IDI Jateng, Dr. Djoko Handoyo, Msi.Med, SpB, SpB(Onk), FICS . Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ini akan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali dan tempatnya bergiliran dari karesidenan satu ke karesidenanyang lain . RPD 1 pertama diadakan di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar (karesidenan Solo),  RPD ke 2 diadakan di Pekalongan (karesidenan Pekalongan), RPD ke-3 diadakan di Purwodadi Grobogan (Karesidenan Pati), selanjutnya RPD ke-4 diganti nama kegiatannya menjadi Rapat Kerja Wilayah IDI Jawa Tengah.

Sabtu pagi 19 Oktober 2019, sebelum acara Rakerwil di Hotel Kyriad Grandmaster Purwodadi Grobogan dimulai, IDI cabang Grobogan jam 08.00 – 13.00 menyelenggarakan Seminar “Managemen dan Tatalaksanan Hipertensi dalam Kehamilan” . Acara dihadiri anggota IDI Cabang  Grobogan dan  peserta Rakerwil Jateng yang berminat.

Peserta Rakerwil Jawa Tengah mulai chek in hotel jam 13.00, sekaligus registrasi kepersertaan. Registrasi dilaksanakan di loby hotel oleh Panitia Rakerwil dari IDI Cabang Grobogan. Setelah registrasi peserta diberi kunci kamar hotel untuk istirahat , menunggu acara pembukaan Rakerwil dan atau coffee break.

Rapat Kerja Wilayah Jawa Tengah, dihadiri IDI Cabang seluruh  Jawa Tengah, Perhimpunan Dokter Spesialis, Perhimpunan Dokter Umum, Pengurus IDI Wilayah Jateng. Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Hymne IDI dan Mars IDI kemudian pembacaan doa. Setelah sambutan Ketua IDI Cabang Purwodadi Grobogan Dr. H. T.W. Agung D dan Sambutan Bupati  Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. dan  Ketua IDI Wilayah Jateng , acara dilanjutkan dengan hiburan, menampilkan paduan suara Gita IDI Cabang Grobogan dan Tarian Angguk Grobogan. Acara  pembukaan dimulai jam 15.00 dan  ditutup dengan  pada jam 17.00 WIB. Peserta istirahat , sholat dan makan malam.

Rapat kerja pertama dipimpim oleh Dr. Sarwoko Utomo. MMR dan sekretaris Dr. BagusRonggonunndarmo dimulai jam 19.00 dan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Diawali dengan kegiatan Presentasi Tim Ad Hoc  IDI Wilayah Jateng tentang “JKN Jawa Tengah”.

Presentasi dr. Elang Sumambar tentang JKN  FKTP dan Klinik

Presentasi dr. Limawan tentang JKN FKTRL

Presentasi dr. Husen tentang Cost Effective JKN

Presentasi dr. Djoko Widyarto tentang Permasalah Regulasi JKN

Presentasi Tim Ad Hoc  IDI Wilayah Jateng tentang “JKN Jawa Tengah”selesai jam 20.00 WIB, dilanjutkan dengan  acara Masukan dan Diskusi IDI Cabang, Perhimpunan, Keseminatan, PDUI, PDKI, tentang JKN Jawa Tengah, PMK 30/2019 dan Aturan BPJS no 7/2019. Masukan IDI Cabang Banyumas sudah dirangkum dan sudah dikirim per email ke IDI Wilayah Jawa Tengah sehari sebelum Rakerwil dilaksanakan. Masukan yang disampaikan  IDI Cabang Banyumas berkaitan dengan :

  • Permasalahan penempatan dokter spesialis dan Subspesialis setelah adanya PMK nomor 30/2019 yang berimplikasi penurunan jumlah pelayanan medis, penurunan klaim INA Cbgs BPJS, resiko pemutusan hubungan kerja  dan implikasi lain  pada RS kelas B, C dan D.
  • Permasalahan 144 diagnosis yang harus tuntas di pelayanan FKTP setelah IDI mengeluarkan surat yang berisi hanya 100 diagnosa saja yang tuntas di FKTP, 16 diagnosis tidak tuntas dan perlu dirujuk untuk penegakan diagnosisnya dan 28 diagnosis tidak bisa tuntas di FKTP karena pembiayaan kapitasinya ; dan

permasalahan belum adanya pedoman yang diterbitkan IDI tentang 144 diagnosis (berdasar ICD-X) mana yang butuh rujukan FKTRL dan penyakit (berdasar ICD-X) mana yang membutuhkan rujukan horizontal antar FKTP oleh karena FKTP wajib melampirkan kompetensi klinis 144 Diagnosis, pada PKS dengan BPJS Kesehatan tahun 2019.

  • Masukan yang diusulkan oleh dokter yang bekerja di ASKLIN berkaitan dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 bagi klinik dan masukan yang berkaitan draft MOU dengan BPJS tahun 2020

Selesai Rapat Kerja hari pertama dilanjutkan Acara Ramah Tamah bertempat di area yang sama. Malam Ramah tamah pada Rakerwil  ini diisi dengan partisipasi peserta rakerwil untuk menyumbangkan lagu diiringi player yg disediakan Panitia, sambil menikmati minuman dan makanan  tradisional khas Grobogan.

Pagi hari, dihari minggu 20 Oktober 2019, peserta bangun pagi dan mengikuti senam pagi bersama di area Car Free Day Purwodadi Grobogan . Pagi jam 05.45 WIB panitia menyediakan mobil hotel untuk antar jemput ke area Car Free Day yang berjarak + 3 Km dari hotel. Ada panggung khusus di area Car Free Day yang disiapkan panitia untuk acara hari Minggu pagi tersebut . Sebelum acara dimulai ada sambutan dari Ketua IDI Cabang Grobogan, dilanjutkan senam bersama, penguluhan kesehatan, hiburan lagu-lagu dari penyanyi setempat . Selesai acara peserta Rakerwil kembali ke hotel untuk mandi dan makan pagi .

Rapat kerja hari ke-2 dimulai jam 10.00, diawali pemberian informasi dari IDI Wilayah jawa Tengah  oleh Sekretaris IDI Wilayah Jawa Tengah dan Dr. dr. Darmono SS,MPH,SpGK dan Tim tentang : Jadwal kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia yang ke 111, kegiatan Hari Kesadaran Hukum Kesehatan, Hari Ulang tahun IDI, Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh IDI Wilayah Jawa Tengah. Pengurus IDI Wilayah Jawa Tengah mengharapkan dukungan dan pertisipasi  IDI Cabang se Jawa Tengah pada Seminar “ Peningkatan Kesadaran Hukum Kedokteran bagi Dokter dan Rumah sakit di Era JKN” yang diselenggarakan pada Sbtu, 26 Oktober 2019, Lokakarya “ Penanggulangan Stunting yang diselenggarakan pada Sabtu, 2 November dan Acara Jalan Sehat, Senam Sehat di Car Free Day yang diselenggarakan pada hari Minggu, 3 November 2019

Selanjutnya dr. Telogo Wismo Agung menyampaikan materi tentang “ Informasi Kesefahaman BPJS Kesehatan, IDI, ASKLIN, PKFI, ADINKES”. Informasi yang disampaikan berkaitan dengan implikasi pelaksanaan Peraturan  BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 bagi IDI, ASKLIN, PKFI, ADINKES pada perjanjian kerja sama dengan BPJS kesehatan tahun 2020, terutama hal yang berkaitan dengan 3 indikator Penilaian Kinerja Berbasis Kompetensi (KBK) dan 144 Diagnosis yang harus tuntas di FKTP dan resiko besarnya prosentase pemotongan Klaim kapitasi bagi IDI, ASKLIN, PKFI, ADINKES.

Acara terakhir adalah acara yang ditunggu-tunggu peserta yaitu penyampaian materi “ Menyikapi PMK Nomor 30 tahun 2019 dan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019, yang disampaikan oleh dr. Yulianto Wibowo, Mkes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah). Beliau menyampaikan melalui slide beberapa hal :

  1. Ada 7 program yang perlu dituntaskan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yaitu : 1. Penurunan AKI, AKB dan Stunting, 2. Penurunan CTR DBD, 3.Eliminasi TBC, VIV/AIDS, Malaria, Filariasis dan Kusta, 4. Penurunan Penyakit Tidak menular : Hipertensi, DM, CVD, Gangguan jiwa, 5.Universal akses sanitasi 2030, 6. Rumah sakit tanpa dinding, 7. Universal Health Coverage.
  2. Peran Fasilitas Kesehatan (FKTP dan FKTRL) dalam mewujudkan paradigma sehat
  3. Landasan PMK Nomor 30 tahun 2019 dan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019
  4. Kebijakan Jawa Tengah dalam menyikapi PMK Nomor 30 tahun 2019 dan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019
  5. Sebaran RS di Jawa Tengah dan pemetaan berdasarkan Kelas RS yang ada , sosiodemografi, kompetensi tenaga kesehatan, sebaran penyakit, jumlah penduduk,
  6. Distribusi RS di Jawa Tengah terhadap daya tampung (ketersediaan tempat tidur)
  7. Tujuan pemetaan fasilitas kesehatan rujukan dan perlunya redistribusi faskes dan tenaga kesehatan dalam rangka pembenahan sistem rujukan dan pelaksanaan PMK Nomor 30 tahun 2019
  8. Perlunya pembentukan Tim khusus untuk menyikapi PMK Nomor 30 tahun 2019 dan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 dan pelaksanaanya di Jawa Tengah melibatkan Dinkes, BPJS, Persi, Asklin, PKFI, ADINKES, organisasi Profesi dan lembaga lain yang terkait untuk menyelesaikan potensi masalah sebagai implikasi diberlakukannya PMK dan Peraturan BPJS tersebut.

Rapat Kerja  Wilayah  berakhir pukul 13.00 WIB hari Minggu 20 Oktober 2019 ,  ditutup oleh Sekretaris IDI Wilayah Jateng. Rapat Kerja Wilayah berikutnya, sesuai kesepakatan  akan diadakan di Magelang (Karesidenan Kedu) pada bulan Januri 2020. Peserta chekout hotel dan kembali ke kediaman masing-masing. (dr. Rens)

Galeri Foto :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *