IDI Banyumas Bagikan Masker Kain Bermotif Batik, Solusi Alternatif Pencegahan Coronavirus

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit saluran nafas mulai dari gejala ringan sampai berat. Gejala klinis biasanya akan muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah seseorang terpapar oleh virus tersebut. Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas.

Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, gagal nafas, hingga kematian. Menurut Kementerian Kesehatan RI, rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi antara lain dengan mencuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin dengan cara menggunakan masker, serta hindari kontak dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Kelangkaan masker saat ini menjadi keresahan bagi masyarakat khususnya di Banyumas. Bahkan ada pihak – pihak tertentu yang sengaja menimbun dan menjualnya dengan harga yang cukup mahal.

Oleh karena itu, dr. Noegroho Harbani, M.Sc. Sp.S melalui Ikatan dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyumas memberikan alternatif untuk membuat masker dari bahan batik dan membagikan secara gratis sebanyak 450 masker batik kepada ibu-ibu PKK di Desa Purwojati, Kabupaten Banyumas. Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Banyumas, Ibu Erna Husein mengatakan bahwa adanya masker batik ini membuat masyarakat tidak perlu membeli masker yang mahal, masker bisa dicuci dan dipakai kembali.

Hal ini menjadi solusi yang sangat kreatif di tengah kelangkaan masker di pasaran. Masker batik menggunakan bahan yang terjangkau dan dapat dibuat dengan mudah sekaligus dapat mengangkat industri lokal yang ada di Kabupaten Banyumas. Mungkin nantinya dapat dikembangkan menjadi baju operasi, ujar dr. Noegroho. Penggunaan bahan batik juga tetap disesuaikan dengan standar medis dari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yaitu menutup hidung dan mulut dengan tepat, kemudian menggunakan kain dua lapis dan memiliki lipatan sebagai penyaring udara. (dr.Norina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *